Tuesday, May 15, 2012

(tanpa judul)


Kejadian di Alfa senin kemarin membuat gue teringat sama satu adegan paling ngeggemesin yang biasa ada di film-film. Adegan dimana tokoh pria dan wanita yang ada di satu tempat yang sama, tapi mereka nggak saling lihat satu sama lain, biasanya sih latarnya di bandara.
Gue punya contoh kasus yang kurang lebih bisa ngeggambarin situasi ngeggemesin itu, drama korea Dream High 2 episode pertengahan.
Masalah berawal ketika ayah Shin Hae Sung menyuruh anaknya untuk berhenti dari Kirin Art School karena merasa anaknya tidak punya bakat dalam bidang tarik suara. Namun, ketika Shin Hae Sung dan ayahnya sedang menunggu bus di terminal, tiba-tiba JB−cowok yang selama ini disukai oleh Shin Hae Sung−menyusul mereka dengan harapan bisa membujuk ayah Shin Hae Seong supaya mengizinkan anaknya untuk tetap bersekolah di Kirin Art School, karena JB tahu sebenarnya Shin Hae Sung punya bakat dalam menciptakan lagu. Sayangnya, karena terburu-buru JB tidak melihat Shin Hae Sung yang duduk tepat didepannya, ia malah berlari ke arah kanan. Sementara Shin Hae Sung yang juga tidak melihat kedatangan JB, berjalan ke arah kiri bersama ayahnya menuju bus.
Dari kejadian di atas sebenarnya nggak ada yang bisa disalahin disini, si cowok nggak salah dan si cewek pun begitu. Karena secara teori seharusnya mereka bisa ketemu, yaiyalah jarak diantara mereka cuma beberapa meter dan mereka saling mencari satu sama lain. Hanya saja, sepertinya Tuhan menciptakan sebuah tembok diantara mereka sehingga mereka tidak saling melihat. Mungkin ini yang disebut dengan takdir (ya ampun, berat banget bahasa gue -_-).
Biasanya kalo gue ngeliat adegan sejenis seperti yang dialami Shin Hae Sung dan JB, gue selalu nanya satu pertanyaan yang pasti ada dibenak semua orang, “apa maksud si sutradara nggak mempertemukan mereka berdua?”.
Dan sayangnya, ini juga bukan salah sutradara karena sutradaralah yang tahu gimana kelanjutan hubungan JB dan Shin Hae Sung. Ya, ini kemauan ‘sutradara’ yang dalam kehidupan nyata, ‘sutradara’ yang gue maksud adalah Tuhan. Nggak mungkin dong kita nyalahin ‘sutradara’ atas keputusan-Nya? Karena Dialah yang tahu apa yang terbaik buat makhluk-Nya.
Sekarang gue ngerti, kenapa ‘sutradara’ menciptakan situasi sulit yang ngeggemesin kayak gini, jawabannya cuma satu: belum saatnya buat mereka untuk ketemu.

No comments: