Thursday, August 18, 2016

Siang Tuan..

Selamat siang Tuan, aku langsung saja ya?

Kau itu tak tahu malu atau apa? Mengetuk pintu setelah pergi meninggalkan duka. Enam bulan ku berkabung atas meninggalnya engkau yang tak meninggal. Harusnya ku abaikan saja, seharusnya. Sialnya aku masih saja percaya padamu. Membuka pintu yang hampir kau dobrak, mempersilahkan kau masuk dengan suka cita, seolah kau baru pergi bertamasya membawa kabar gembira.

Omong kosong aku benci padamu sampai mati!! Kau tau? Kau (selalu) punya tempat istimewa di hatiku. Tak pernah ku biarkan sebutir debu pun menyentuhnya.

Dan demi langit yang memerah di langit barat, aku tolol sekali. Padahal aku punya 1000 alasan untuk membunuhmu sekarang. Meninggalkanmu sekarat di ruangan ini. Tapi apa? Aku punya 1 alasan gila untuk tetap membiarkanmu hidup.

Dan jika kau ingin pergi lagi nanti atau berubah pikiran (lagi). Sungguh aku tak akan peduli. Nantikan saja pembalasan dari Tuhan atas hati yang kau jatuhkan lagi, harapan yang kau bangun lagi, dan luka yang kau gores lagi.

No comments: