Monday, July 22, 2013

Ketika masalah datang...

“Seandainya nangis dapat nyelesein masalah.”

Pasti diantara kalian pernah ada yang mikir kayak gitu atau bahkan masang status di facebook dan media sosial lainnya supaya orang-orang tau lo sedang berduka, ngaku! Dan tentu saja itu adalah hal yang pernah gue alami hehehe. Tenang, itu bukan alay ko. Itu proses, selama nggak keterusan yah.

Dulu pas jaman SMA dan patahhativersialaymelandahati, nggak di rumah, nggak di sekolah, atau bahkan di supermarket, gue dengan mudahnya mengeluarkan air mata berharga itu hanya karena patah hati. Kalo dipikir-pikir sekarang, “Oh my, dulu gue alay banget.” Tapi yah, hampir semua orang pernah kayak gitu. Menurut gue itu proses sebelum kita benar-benar menjadi dewasa seperti sekarang, dan gue menikmati proses itu.

Sekitar sebulan yang lalu Rara Amita Putri, sohib gue di kampus, pernah nampar gue dengan SMS-nya yang terdengar begitu kejiditelinga gue. Wajar sih, sebulan yang lalu, eh nggak! Lima menit sebelum mulai menulis draft ini, gue masih berpikir satu kalimat alay yang ada di atas (itu loh yang font-nya paling gede). Entah itu nangis, berharap masalah gue selesai, hilang, musnah, jdarrr! begitu saja tanpa pernah belajar untuk keluar dari masalah itu, atau curhat ke orang-orang tentang penderitaan yang gue alami seakan-akan gue adalah manusia paling menderita di dunia yang menurut gue tidak adil ini, apdet status, dan sebagainya. Tapi, ada dua kalimat dari SMS Rara yang menyadarkan kalo masalah-masalah yang sedang gue alami sekarang bisa terselesaikan tanpa harus mengeluh atau menangis. Ini bunyi SMS-nya.

Jun 07 2013 17:24
From: Rara
Win, saya memang bukan *sensor* (ehm, anggep aja ini nama cowo yang gue taksir) yang sebenarnya. Tapi saya harap kamu bisa menerima saya yang mencoba menjadi dia.

Saya tidak tau bagaimana perasaan kamu ke saya, suka atau sayang itu kamu yang tau. Tapi jika seandainya kamu memang suka, saya sangat apresiasi. Tapi bukan dengan kata terimakasih atau perhatian yang mungkin kamu harapkan.

*sensor* (ini... panjang banget paragrafnya dan agak melipir-melipir ke masa lalu jadi tolong abaikan)

Nggak usah menye atau lenje kalau saya cuek. Kamu harus kuat. Karena saya dan laki-laki lain butuh wanita kuat di belakang kami.

Tolong abaikan isi dan maksud sebenarnya dari SMS itu. Mari kita lihat kalimat terakhir yang gue stabilo pake warna biru muda (sengaja di masukin agak lengkap SMS-nya, biar nama Rara terkenal di blog gue sebagai tipe-ex atau seseorang yang hobi sekali menyadarkan dan menarik kita dari zona pengharapan yang berlebihan hahaha). Kalimat itu nusuk banget dan mengingatkan gue sama film Habibie & Ainun yang belum lama ini tayang. Di film itu terlihat kalo almarhumah Ainun adalah salah satu contoh wanita yang kuat atau bahkan sangat kuatyang ada di belakang laki-laki hebat, yaitu Habbiedibandingkan dengan remaja-remaja jaman sekarang dan tentu saja guelima menit yang lalu *sengaja pake underline* #bangga.

Salah satu lagu Sheila on 7 yang judulnya Berhenti Berharap dengan jelas menunjukkan bahwa band sekeren Sheila On 7 juga pernah mengalami proses patahhativersialaymelandahati di hidupnya.
Mengapa ada derita, bila bahagia tercipta
Mengapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan

Tapi, apa yang membuat gue dan band SO7 sembuh dari patahhativersialaymelandahati? Karena kami belajar dan melihat peluang dari masalah kami yang ternyata ada hikmah di baliknya. SO7 mengalihkan masalahnya dengan membuat lagu Berhenti Berharap dan oh my, lagu itu keren banget dan masih asik didenger sampai sekarang. Sedangkan gue, mengalihkan masalah yang sedang gue hadapi sekarang dengan nulis draft ini, ini bisa ngebuat blog gue banyak yang mampir terus follow hahaha #ngarep. Selalu ada hikmah di balik semua masalah. Tinggal bagaimana diri kita mencari hikmah itu, belajar darinya, dan menjadikannya peluang.

Sekarang balik ke pertanyaan di atas, apa jadinya kalo nangis dapat nyelesein masalah? Mungkin nggak akan ada yang berdoa ke Tuhan tentang masalahnya, mungkin nggak akan ada yang berusaha untuk menyelesaikan masalahnya, dan mungkin hidup ini akan jadi lurus-lurus aja dan nggak ada tantangannya. Karena dengan menangis... jdarrr! semua masalah hilang dan terselesaikan.


Ketika kamu merasa sedih, ketika kamu merasa dunia nggak berpihak ke kamu, dan ketika kamu merasa kamu nggak bisa menyelesaikan masalah yang menurutmu sangat berat, tersenyumlah. Karena masih banyak orang yang bahkan dalam menjalani hari-harinya ia tidak pernah tenang untuk tidur, makan, atau melakukan apapun dengan bebas karena terjadi peperangan di negaranya. Atau bahkan ada orang yang sulit sekali untuk menjalankan ibadah dan kewajiban-kewajibannya sebagai umat beragama karena ia, bersama orang-orang di belakangnya, adalah kaum minoritas yang terjajah.

Jadi, tolong pikirkan lagi. Ketika kamu ingin sekali mengeluh, menangis, dan merasa bahwa ini tidak adil, tersenyumlah. Karena dunia terlihat indah dan berbeda saat kamu tersenyum. Tersenyumlah, karena dunia membutuhkan senyum dan semangatmu :)

“Semua akan indah pada akhirnya, kalau belum indah maka belum akhir.”

             Y -

No comments: