Friday, October 24, 2014

Tuan Rimba




Teruntuk tuan yang-tidak-boleh-disebutkan-namanya. Boleh aku memanggilmu dengan panggilan Tuan Rimba? Oh ya, tidak adil jika aku memanggilmu dengan nama itu tanpa kamu tahu apa maknanya. Tenang, aku tidak akan pernah menjelek-jelekkanmu kok. Yah, walaupun kawan-kawanku gemar melakukannya hehe maafkan ya.

Tuan Rimba, tuan yang memiliki jiwa yang bebas, yang susah diatur, dan sulit ku pahami jalan pikirannya. Apa kabarmu? Ah, pertanyaan basi ya? Hahaha tadi aku lihat kamu baik-baik saja dan aku harap terus begitu. Kamu, dengan senyuman khasmu yang kamu bagi untuk orang-orang yang beruntung saja (kamu pelit senyum tau!). Entahlah ini nyata atau hanya imajiku saja, tadi aku melihatmu memakai kaus hitam tipis yang sengaja kamu gulung di bagian bahunya dan celana jins yang (lagi-lagi) sengaja kamu robek, favoritmu (mungkin).

Hmm, pasti kamu bingung mengapa tiba-tiba aku menulis tulisan yang tidak penting ini. Aku hanya sedang dirundung inspirasi, kemudian ingat kamu, lalu menulis. Itu saja, simpel kan? Mungkin aku akan dianggap gila, tapi aku menulis ini di sela-sela Ujian Tengah Semester Fisika Lingkungan dengan kertas buram yang ku robek dari lembar jawaban yang ku dapat dari dosenku.

Aduh maaf, sepertinya ini semakin tidak penting dan harus disudahi. Aku takut jika dilanjutkan aku akan bercerita soal langit senja kemarin dengan semburat jingga yang selalu aku sukai, atau bercerita tentang buku yang sedang aku baca, atau soal berat badanku yang akhirnya naik lagi hahaha.

Hehe maaf (lagi), aku tidak sepandai kamu dalam merangkai kata, aku hanya ingin menulis saja untukmu, jarang-jarang kan? Kamu membaca hasil tulisan ini saja aku sudah senang.

Jum’at, 24 Oktober 2014 pukul 09:13 WIB

Diantara soal UTS yang nomor 5-nya tidak bisa kujawab

3 comments:

Unknown said...

Ah gadis muda belia, ada yang mengelitik ketika baca setiap urut kata katamu. Untung saja kau masih ingat akan ujian itu

Jingga said...

Iya kakak aku hanya gagal fokus karena nomor 5nya tak kunjung dapat jawaban. Sementara inspirasi mengetuk-ngetuk ruang kalbu. Aaaah rasa itu :")

tuanjuan_ said...

Menarik -- tuanjuan disini ..