Mataku mengabur lagi
untuk kesekian kalinya, dan tanganku lagi-lagi menghapusnya. "Jangan
sekarang, terlalu ramai." desisku dalam hati. Sungguh aku ingin sekali
menangis, berbagi air mata pada hujan yang turun dengan sangat deras di luar,
yang tiap nadanya ku nikmati sebagai nada rinduku untukmu.
Hujan yang turun
saat senja ini mungkin adalah hujan yang dikirim semesta untuk aku nikmati agar
aku bisa sedikit melupa kenangan senja bersamamu. Atau mungkin hujan kali ini
adalah hujan yang dikirim semesta untuk menemani tangisku, merasakan lukaku, menikmati
setiap rindu dan sesak yang menikam dan mengoyak hatiku.
"Lalu adakah
disana yang menemanimu? Apakah disana juga hujan?" tanyaku, entah pada
siapa. Karena kamu memang tak disini.
No comments:
Post a Comment