Saturday, February 28, 2015

Semakin

Teruntuk kamu, sebagian hatiku yang (masih) kurang ajar
Yang berteriak menyiksa telinga
Yang mengiba minta ku dengarkan
Yang meronta minta di bebaskan
Tak bisakah kamu diam?
Aku tak mau mendengarmu
Biarlah ku abaikan
Walau harus berair mata
Walau harus berteriak-teriak kesetanan
Walau harus menahan perih rindu
Karena semakin didengar semakin menyiksa
Semakin berharap
Semakin tidak tahu diri

No comments: