Thursday, November 03, 2016

Kembali ke titik

Perjalanan di mulai ketika langit menggelar jingga dan cahaya sabit setelahnya.
Jika senja kedua kala itu bisa bicara. Ia akan ceritakan betapa hening dan gaduhnya jalanan kota hujan waktu itu.
Andai purnama pun bisa berkata. Ia akan berkisah tentang dua manusia yang bertemu namun tetap saling merindu.
Dan hujan di malam kesekian mengakhiri perjalanan singkat mereka, beserta manis pahit yang mereka telan bersama.

Kini dua purnama telah terlewati dan di sore ini semesta pun bersaksi, atas satu hati yang (ternyata masih) enggan memulai perjalanan seorang diri.

No comments: